Analisis Spasial Titik dan Jalur Evakuasi Bencana Banjir Bandang di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu

Penulis

  • Yosua Vernandus Tamba Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Indonesia
  • I Made Satya Graha Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Indonesia
  • Dano Quinta Revana Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Indonesia
  • Jhon Jhohan Putra Kumara Dewa Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22487/peweka.v5i2.129

Kata Kunci:

Banjir Bandang, Titik Evakuasi, Jalur Evakuasi, Network Analysis, Sistem Informasi Geografis

Abstrak

Indonesia merupakan negara yang rawan terhadap berbagai jenis bencana alam, seperti gempa bumi, tsunami, letusan gunung api, tanah longsor, dan banjir, akibat kondisi geografis dan geologisnya yang unik. Data BNPB tahun 2024 mencatat sebanyak 3.472 kejadian bencana di Indonesia yang menyebabkan 8,13 juta jiwa terdampak dan mengungsi, dengan banjir bandang menjadi salah satu penyumbang kerugian terbesar. Kecamatan Bumiaji, Kota Batu merupakan salah satu wilayah yang memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap bencana banjir bandang akibat karakteristik topografinya yang berada di dataran tinggi lereng Gunung Arjuno serta menjadi bagian dari Daerah Aliran Sungai (DAS) Brantas. Peristiwa banjir bandang pada tahun 2021 dan 2023 menimbulkan kerugian jiwa, kerusakan properti, serta kerugian ekonomi yang signifikan, sementara hingga saat ini Kecamatan Bumiaji belum memiliki rambu jalur evakuasi maupun shelter yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sebaran spasial kerentanan banjir bandang serta merumuskan rekomendasi titik dan jalur evakuasi di Kecamatan Bumiaji. Metode yang digunakan meliputi analisis kerentanan dengan teknik weighted overlay terhadap aspek fisik, sosial, dan lingkungan yang dibobotkan menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP), serta penentuan titik evakuasi melalui weighted overlay dan jalur evakuasi melalui network analysis dan route analysis dengan mempertimbangkan lebar jalan dan jarak dari sungai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 51% wilayah Kecamatan Bumiaji tergolong kerentanan tinggi, 45% kerentanan sedang, dan 4% kerentanan rendah, dengan 42 titik evakuasi beserta jalur evakuasinya yang tersebar di seluruh kecamatan pada masing-masing kategori kerentanan.

Referensi

Aina, C., Nurjahjaningtyas, I., & Alfiah, R. (2022). Mitigasi Daerah Rawan Bencana Longsor Berbasis Pemetaan Sistem Informasi Geografis di Kecamatan Bumiaji. 53–65. file:///C:/Users/USER/Documents/TA/F TEKNIK_JURNAL_Mitigasi Daerah Rawan Bencana Longsor Berbasis Pemetaan.pdf

Aldiansyah, F., Ahmad, D. N. A., & Asman, A. I. (2025). Analisis Tingkat Risiko Banjir pada Daerah Aliran Sungai (DAS) Bialo Provinsi Sulawesi Selatan . Jurnal Peweka Tadulako, 4(1 SE-Articles), 72–86. https://doi.org/10.22487/peweka.v4i1.46

Azmi, F. (2021). Data Lengkap BPBD JATIM Soal Korban Kerusakan Banjir Bandang di Kota Batu. DetikNews. https://news.detik.com/berita-jawa-timur/d-5801217/data-lengkap-bpbd-jatim-soal-korban-kerusakan-banjir-bandang-di-kota-batu

Basri, I. S., Arifin, R., Sarifuddin, & Pelealu, R. E. (2025). Ketersediaan dan Kebutuhan RTH Publik sebagai Infrastruktur Evakuasi Bencana di Kawasan Perkotaan: Studi Kasus Kecamatan Palu Timur, Kota Palu. Jurnal Peweka Tadulako, 4(2 SE-Articles), 216–238. https://doi.org/10.22487/peweka.v4i2.65

BNPB. (2012). Peraturan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nomor 03 Tahun 2012 Tentang Pedoman Penilaian Kapasitas Dalam Penanggulangan Bencana Dengan. Badan Nasional Penanggulangan Bencana, 03. https://bnpb.go.id/storage/app/media/uploads/24/peraturan-kepala/2012/perka-3-tahun-2012-tentang-panduan-penilaian-kapasitas-daerah-dalam-penanggulangan-bencana.pdf

BNPB. (2024). Data Bencana Indonesia 2024 (A. Muhari, T. Harijito, F. Irawan, & A. Utomo (eds.)). Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana.

Chen, S., Zou, Q., Wang, B., Zhou, W., Zhou, B., Jiang, H., & Yang, T. (2026). “Tire Operation” model: A disaster-driven hybrid framework for assessing ecological resilience and guiding spatial planning in hazard-prone communities. Landscape and Urban Planning, 276, 105741. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.landurbplan.2026.105741

CRED. (2021). Disaster Year in Review. Centre for Research on the Epidemiology of Disasters. https://doi.org/https://cred.be

Danil, M. (2021). Manajemen Bencana. Mitigasi Bencana, 7–14.

Devi, A. D. L. D., Najib, M. N., Eky, R. A., & Vivi, V. N. (2022). Strategi Mitigasi Bencana Berdasarkan Pemetaan Tingkat Kerentanan Sosial Ekonomi Masyarakat Terdampak Banjir Bandang Di Desa Rogo . Jurnal Peweka Tadulako, 1(1 SE-Articles), 1–11. https://doi.org/10.22487/jpwkt.v1i1.1

Harijoko, A., Puspitasari, D., Prabaningrum, I., Prastika, K. P., & Wijayanti, N. (2021). Manajemen Bencana Dan Pengurangan Risiko Bencana Di Indonesia. Gadjah Mada University Press.

Hasddin, H., & Tamburaka, E. (2021). Analisis Spasial Titik Dan Jalur Evakuasi Dalam Mitigasi Pengurangan Risiko Bencana Banjir Di Kecamatan Mandonga Kota Kendari. Jurnal Envirotek, 13(2), 16–23. https://doi.org/10.33005/envirotek.v13i2.121

Herman, S. R. W., Takwim, S., A, R., Hadid, A. K., & Halim, M. A. (2025). Koherensi Kebijakan dan Perencanaan Kota Berkelanjutan: Studi Kasus RDTR Kota Palu. Jurnal Peweka Tadulako, 4(2 SE-Articles), 157–168. https://doi.org/10.22487/peweka.v4i2.79

Hidayat, A. R. T., Rachmawati, T. A., & Wahyuningtiyas, L. (2021). Food security in the disaster-prone area: an empirical study from the rural area of Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 653(1), 12011. https://doi.org/10.1088/1755-1315/653/1/012011

Irfan, M., Wahyuni, S., & Iqbal Kamaruddin. (2025). Perencanaan Struktur dan Pola Ruang Kawasan Pemerintahan Tobadak berbasis Konsep Urban Resilience. Jurnal Peweka Tadulako, 4(1 SE-Articles), 99–112. https://doi.org/10.22487/peweka.v4i1.52

Lutfi, Mulyati, S., & Nahrowy, A. R. (2023). Penentuan Titik Evakuasi Bencana Banjir Bandang Sungai Ore di Desa Bangga, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi. Jurnal Ruang, 17(2), 37–44.

Prasetiyo, P., Graha, I. M. S., Jayanimitta, M. E., & Wiyono, R. U. A. (2026). Modeling Shoreline Change Using the Digital Shoreline Analysis System (DSAS) Method for Coastal Disaster Mitigation in Jember Regency. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1636(1), 12002. https://doi.org/10.1088/1755-1315/1636/1/012002

Sahetapy, G. B., Poli, H., & Suryono, S. (2016). Analisis Jalur Evakuasi Bencana Banjir Di Kota Manado. Spasial, 3(2). https://doi.org/10.35793/sp.v3i2.12536

Suprapto, F. A., Juanda, B., Rustiadi, E., & Munibah, K. (2022). Kajian kerawanan dan kesiapsiagaan kelembagaan dalam penanganan banjir di Kota Batu, Jawa Timur. Majalah Geografi Indonesia, 37(1), 48. https://doi.org/10.22146/mgi.74421

Supriyadi, S., & Malau, A. G. (2025). Clustering dengan Menggunakan K-Means untuk Analisa Dampak Banjir. Jurnal Impresi Indonesia, 4(9), 3428–3436. https://doi.org/https://doi.org/10.58344/jii.v4i9.6998

Ukhti, F., Manurung, Z. K., & Mahendra, M. D. (2021). Perbandingan Teknik Boolean Dengan Weighted Overlay Dalam Analisis Potensi Longsor di Banjarmasin. Jurnal Geosains Dan Remote Sensing, 2(1), 25–32. https://doi.org/10.23960/jgrs.2021.v2i1.53

Wesnawa, I. G. A., & Christiawan, P. I. (2014). Geografi Bencana. Graha Ilmu.

Yang, J. (2025). Research on optimization strategies for urban park green space planning in Nanjing based on GIS from the perspectives of network analysis and Thiessen polygon theory. International Journal of Modern Physics C, 36(8), 1–25. https://doi.org/10.1142/S012918312441002X

Diterbitkan

2026-09-30

Cara Mengutip

Tamba, Y. V., Graha, I. M. S., Revana, D. Q., & Dewa, J. J. P. K. (2026). Analisis Spasial Titik dan Jalur Evakuasi Bencana Banjir Bandang di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu. Jurnal Peweka Tadulako, 5(2), 164–175. https://doi.org/10.22487/peweka.v5i2.129