Studi Geospasial Keterjangkauan Ruang Terbuka Hijau terhadap Kawasan Permukiman di Kecamatan Manggala Kota Makassar

Penulis

  • Suci Anugrah Yanti Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin
  • Ihsan Ihsan Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • Dewa Sagita Alfadin Nur Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • Gafar Lakatupa Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • A. Alwani Pangurisan Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia
  • A. Wilsa Putri Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Hasanuddin, Makassar, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22487/peweka.v5i2.138

Kata Kunci:

Ruang terbuka hijau, Keterjangkauan, Kawasan permukiman, Hirarki taman, Analisis spasial

Abstrak

Perkembangan kawasan permukiman perkotaan yang semakin pesat menyebabkan kebutuhan terhadap Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi semakin penting dalam mendukung kualitas lingkungan dan kenyamanan masyarakat. Kecamatan Manggala Kota Makassar merupakan salah satu kawasan berkembang yang mengalami peningkatan pembangunan permukiman sehingga berpotensi menimbulkan ketimpangan distribusi dan keterjangkauan RTH. Penelitian ini bertujuan menganalisis keterjangkauan ruang terbuka hijau (RTH) publik berupa taman terhadap kawasan permukiman di Kecamatan Manggala, Kota Makassar, berdasarkan hirarki pelayanan taman. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif berbasis analisis spasial mixed methods, menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG), yaitu analisis buffer untuk menentukan cakupan pelayanan tiap hirarki taman dan analisis intersect untuk menilai keterjangkauannya terhadap kawasan permukiman, serta didukung pendekatan kualitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RTH di Kecamatan Manggala hanya tersedia pada tiga hirarki, yaitu taman skala RW, kelurahan, dan kecamatan. Dari sisi keterjangkauan, taman skala kecamatan mampu melayani seluruh kawasan permukiman (100%), sedangkan taman skala RW hanya menjangkau 22,16% dan taman skala kelurahan hanya 0,61% dari total luas kawasan permukiman. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelayanan RTH di Kecamatan Manggala masih timpang antarhirarki, dengan taman skala lingkungan (RW dan kelurahan) yang paling minim cakupannya, sehingga pemerataan distribusi RTH pada skala tersebut perlu menjadi prioritas dalam perencanaan ruang terbuka hijau ke depan.

Referensi

Almohamad, H., Knaack, A. L., & Habib, B. M. (2018). Assessing Spatial Equity and Accessibility of Public Green Spaces in Aleppo City, Syria. Forests, 9(11), 706. https://doi.org/10.3390/f9110706

Arifin, M., Rasyid, A. R., Yudono, A., Wunas, S., Trisutomo, S., Jinca, M. Y., … Sutopo, Y. K. D. (2021). Konsep Penanganan Bencana Banjir pada Perumahan Perumnas Manggala Kota Makassar. Jurnal Tepat: Applied Technology Journal for Community Engagement and Services, 4(2), 151–165.

Badan Pusat Statistik Kota Makassar. (2025). Kecamatan Manggala dalam angka 2025.

Csomós, G., Farkas, J. Z., & Kovács, Z. (2020). Access to urban green spaces and environmental inequality in post-socialist cities. Hungarian Geographical Bulletin, 69(2), 191–207. https://doi.org/10.15201/hungeobull.69.2.7

Delima S., S. A., Aziz, F., & Rachman, R. (2024). Strategi Pemenuhan Ruang Terbuka Hijau di Kelurahan Buntusu, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Urban and Regional Studies Journal, 7(1), 47–51. https://doi.org/10.35965/ursj.v7i1.1310

Dollah, A. S., Rasmawarni, R., & M., A. T. (2019). ANALISIS RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) DARI ASPEK KETERLAKSANAAN FUNGSI SOSIAL DI KOTA MAKASSAR. Jurnal Linears, 1(2), 62–71. https://doi.org/10.26618/j-linears.v1i2.1810

Gao, L., Xu, Z., Shang, Z., Li, M., & Wang, J. (2025). Assessing Urban Park Accessibility and Equity Using Open-Source Data in Jiujiang, China. Land, 14(1), 9. https://doi.org/10.3390/land14010009

Hardani, Andriani, H., Ustiawaty, J., Utami, E. F., Istiqomah, R. R., Fardani, A. R., Sukmana, D. J., & Auliya, N. H. (2020). Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Pustaka Ilmu.

Jalkanen, J., Fabritius, H., Vierikko, K., Moilanen, A., & Toivonen, T. (2020). Analyzing fair access to urban green areas using multimodal accessibility measures and spatial prioritization. Applied Geography, 124, 102320. https://doi.org/10.1016/j.apgeog.2020.102320

Kemec, S., & Abdalkarim, S. H. (2023). Accessibility Analysis of Urban Green Space: The Case of Erbil City. Iconarp International J. of Architecture and Planning. https://doi.org/10.15320/iconarp.2023.231

Lestari, Nawi, R. (2024). Efektivitas Rencana Tata Ruang Wilayah Terhadap Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Di Kota Makassar. Journal of Lex Theory (JLT), 5(2).

Liang, H., Yan, Y., Yan, Q., & Zhang, Q. (2024). Development of green space provision for housing estates at metropolitan scale: A spatiotemporal assessment of proximity in a rapidly urbanizing Chinese city during the last 10 years. Land Use Policy, 140. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2024.107119

Marbun, S. F., Sihombing, G., Try, D., Purba, E., & Purba, D. A. (2025). Analisis geospasial kesesuaian ruang terbuka hijau (RTH) dengan luas permukiman penduduk di Kota Medan 2024. JIIC: Jurnal Intelek Insan Cendikia, 2(11), 17866–17875.

Mulyana, R., Sutrisna, P., Rahman, P. P., Padjarajani, S., & Darmawan, C. (2025). Analisis persebaran ruang terbuka hijau (RTH) di pusat Kota Tasikmalaya menggunakan sistem informasi geografis (SIG): Studi kasus Kecamatan Cihideung dan Kecamatan Tawang. Geosfera: Jurnal Penelitian Geografi (GeoJPG), 4(2), 438–446. https://doi.org/10.37905/geojpg.v4i2.35755

Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 7 Tahun 2024 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Makassar Tahun 2024–2043. (2024).

Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/ Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2022 tentang Penyediaan dan Pemanfaatan Ruang Terbuka Hijau (2022). https://peraturan.bpk.go.id/Details/255207/permen-agrariakepala-bpn-no-14-tahun-2022

Pratiwi, N. H., Razak, A. R., & Parawu, H. E. (2023). Implementasi Kebijakan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau di Kota Makassar. Kajian Ilmiah Mahasiswa Administrasi Publik (KIMAP), 4(4), 845–858. https://doi.org/10.26618/kimap.v4i4.12039

Rahman, K. M. A., & Zhang, D. (2018). Analyzing the Level of Accessibility of Public Urban Green Spaces to Different Socially Vulnerable Groups of People. Sustainability, 10(11), 3917. https://doi.org/10.3390/su10113917

Ramezani Mehrian, M., Manouchehri Miandoab, A., Abedini, A., & Aram, F. (2022). The Impact of Inefficient Urban Growth on Spatial Inequality of Urban Green Resources (Case Study: Urmia City). Resources, 11(7), 62. https://doi.org/10.3390/resources11070062

Shi, J., Guo, Q., Lv, Q., & Zhao, X. (2023). From accessibility of traffic to accessibility of service: the spatial analysis of N-minute service circle of urban park system. Journal of Asian Architecture and Building Engineering, 22(6), 3680–3702. https://doi.org/10.1080/13467581.2023.2172345

Shi, L., Halik, Ü., Abliz, A., Mamat, Z., & Welp, M. (2020). Urban Green Space Accessibility and Distribution Equity in an Arid Oasis City: Urumqi, China. Forests, 11(6), 690. https://doi.org/10.3390/f11060690

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Alfabeta.

Sugiyono, & Lestari, P. (2021). Metode Penelitian Komunikasi (Kuantitatif, Kualitatif, dan Cara Mudah Menulis Artikel pada Jurnal Internasional). Alfabeta.

Sun, Y., Tian, D., Zhang, M., & Hou, Y. (2023). Spatial Green Space Accessibility in Hongkou District of Shanghai Based on Gaussian Two-Step Floating Catchment Area Method. Buildings, 13(10), 2477. https://doi.org/10.3390/buildings13102477

Surya, B., Salim, A., Hernita, H., Suraini, S., Menne, F., & Rasyidi, E. S. (2021). Land Use Change, Urban Agglomeration, and Urban Sprawl: A Sustainable Development Perspective of Makassar City, Indonesia. Land, 10(6), 556. https://doi.org/10.3390/land10060556

Tian, Y., Jim, C., & Liu, Y. (2017). Using a Spatial Interaction Model to Assess the Accessibility of District Parks in Hong Kong. Sustainability, 9(11), 1924. https://doi.org/10.3390/su9111924

Trojanowska, M. (2024). The Importance of Resilient, Health-Promoting, and Accessible Cultural Landscapes Using the Example of One Suburb of Gdańsk, Poland. Sustainability, 16(9), 3652. https://doi.org/10.3390/su16093652

Winarni, E. W. (2018). Teori dan Praktik Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, PTK, R & D. Bumi Aksara.

World Health Organization. (2016). Urban green spaces and health. https://www.who.int/europe/publications/i/item/WHO-EURO-2016-3352-43111-60341

Yiqiu, Z., Xinlei, D., Yajuan, W. et al. GIS-based accessibility analysis of urban park green space landscape. Sci Rep 15, 28498 (2025). https://doi.org/10.1038/s41598-025-13750-5

Yudistira, A., Yudistira, A., Hardyanti Musda, G., & Muhammad Ikhsan, A. (2023). Identifikasi Kualitas Ruang Terbuka Hijau Publik Pada Taman Faisal Kel. Banta-Banteng Kec. Rappocini di Kota Makassar. Plano Madani : Jurnal Perencanaan Wilayah Dan Kota, 12(2), 145–161. https://doi.org/10.24252/jpm.v12i2.42494

Zhou, Y., Xie, H., Liu, X., Wang, X., & Wang, Z. (2024). From service capacity to spatial equity: Accurately and comprehensively evaluating urban park green space distribution under multi-trips mode. PLoS ONE, 19(1). https://doi.org/10.1371/journal.pone.0296629

Diterbitkan

2026-09-30

Cara Mengutip

Yanti, S. A., Ihsan, I., Nur, D. S. A., Lakatupa, G., Pangurisan, A. A., & Putri, A. W. (2026). Studi Geospasial Keterjangkauan Ruang Terbuka Hijau terhadap Kawasan Permukiman di Kecamatan Manggala Kota Makassar. Jurnal Peweka Tadulako, 5(2), 243–257. https://doi.org/10.22487/peweka.v5i2.138