Konsep Perancangan dan Strategi Prioritas Implementasi Koridor di Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo

Penulis

  • Dano Quinta Revana Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Indonesia
  • Dewi Junita Koesoemawati Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Indonesia
  • Sonya Sulistyono Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Indonesia
  • Nunung Nuring Hayati Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Indonesia
  • Priscilla Enggit Dewantari Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Indonesia
  • Zacky Marsellino Bampe Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Universitas Jember, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22487/peweka.v5i2.133

Kata Kunci:

Koridor Perkotaan, Elemen Rancang Kota, Identitas Loka, SWOT, Strategi Prioritas Implementasi, Konsep Perancangan

Abstrak

Koridor perkotaan merupakan elemen penting dalam struktur ruang kota yang berperan sebagai penghubung aktivitas sekaligus pembentuk karakter kawasan. Koridor Utama Kecamatan Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, memiliki fungsi strategis sebagai koridor perdagangan dan jasa, namun masih menghadapi berbagai permasalahan, seperti belum optimalnya kualitas elemen rancang kota, rendahnya kualitas visual kawasan, belum terintegrasinya identitas lokal, serta belum adanya arahan prioritas pelaksanaan pada segmen-segmen koridor yang kondisinya berbeda-beda. Penelitian ini bertujuan menyusun konsep perancangan koridor berbasis identitas lokal serta merumuskan strategi prioritas implementasi berdasarkan kondisi eksisting tiap segmen. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif dengan analisis elemen rancang kota yang disintesis melalui analisis SWOT guna merumuskan strategi perancangan dan prioritas tahapan pelaksanaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi yang dihasilkan berorientasi pada pemanfaatan potensi kawasan untuk mengatasi kelemahan elemen rancang kota melalui konsep perancangan yang kontekstual. Konsep yang dihasilkan mengintegrasikan identitas lokal Kabupaten Sidoarjo ke dalam elemen rancang kota, meliputi sistem pedestrian, ruang terbuka, street furniture, fasilitas pendukung, dan elemen visual kawasan sehingga memperkuat karakter koridor. Selain itu, penelitian ini merumuskan arahan prioritas implementasi tiap segmen berdasarkan urgensi permasalahan fisik dan keselarasannya dengan proyek infrastruktur regional yang sedang berjalan, sebagai dasar penyusunan tahapan pelaksanaan pembangunan. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi analisis elemen rancang kota, analisis SWOT, identitas lokal, dan strategi prioritas implementasi dalam satu kerangka perancangan koridor. Pendekatan ini menghasilkan kerangka konseptual yang berorientasi tidak hanya pada peningkatan kualitas fisik dan karakter kawasan, tetapi juga kesiapan pelaksanaan pembangunan secara bertahap, sehingga dapat menjadi referensi bagi penyusunan konsep perancangan koridor pada kawasan lain dengan karakteristik lokal berbeda

Referensi

Agustin, I. W. (2017). Penerapan Konsep Walkability di Kawasan Alun-Alun Kota Malang. Jurnal Pengembangan Kota, 5(1), 45–47. https://doi.org/10.14710/jpk.5.1.45-57.

Albar, A. G., & Suhantyo, E. W. (2022). Sejarah Pabrik Gula Buduran sebagai Objek Pembelajaran Kolonial di Museum Mpu Tantular. Historiography : Journal of Indonesian History and Education, 2(2), 172–180. https://doi.org/10.17977/um081v2i22022p172-180.

Aulia, S. A. S., Yudana, G., & Aliyah, I. (2020). Kajian Karakteristik Koridor Jalan Slamet Riyadi Sebagai Ruang Interaksi Sosial Kota Surakarta Berdasarkan Teori Good City Form. Jurnal Desa-Kota, 2(1), 14–30. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/desa-

Benzaghta, M. A., Elwalda, A., Mousa, M. M., Erkan, I., & Rahman, M. (2021). SWOT Analysis Applications: An Integrative Literature Review. Journal of Global Business Insights, 6(1), 55–73. https://doi.org/10.5038/2640-6489.6.1.1148.

Carmona, M. (2010). Contemporary Public Space, Part Two: Classification. Journal of Urban Design, 15(2), 157–173. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.1080/13574801003638111.

Comino, E., & Ferretti, V. (2016). Indicators-based Spatial SWOT Analysis: Supporting the Strategic Planning and Management of Complex Territorial Systems. Ecological Indicators, 60, 1104–1117. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/j.ecolind.2015.09.003.

Cook, E. A. (2002). Landscape Structure Indices for Assessing Urban Ecological Networks. Landscape and Urban Planning, 58(2002), 269–280. https://doi.org/https://doi.org/10.1016/S0169-2046(01)00226-2.

Demdoum, K. E., Yunos, Y. M., Ujang, N., & Utaberta, N. (2024). Systematic Review of Built Environment Attributes of Walkability: Cases of Malaysia. Nakhara: Journal of Environmental Design and Planning, 23(2), 1–39. https://doi.org/https://doi.org/10.54028/NJ202423410.

Hafizh, M. F., Yudana, G., & Suminar, L. (2024). Penilaian Kualitas dengan Walkability Index pada Jalur Pejalan Kaki (Studi Kasus : Koridor Komersial Jalan Yos Sudarso , Kota Surakarta). Jurnal Pembangunan Wilayah Dan Perencanaan Partisipatif, 19(1), 144–161. https://doi.org/https://doi.org/10.20961/region.v19i1.66405.

Hariyani, S., & Agustin, I. W. (2021). Model Tarikan Perdagangan dan Jasa terhadap Kinerja Jalan Kawi Atas, Kota Malang. Jurnal Pengembangan Kota, 9(1), 72–84. https://doi.org/10.14710/jpk.9.1.72-84.

Hasriyanti, N., Zulestari, A., & Judhi, J. (2018). Analisa Spasial Lokasi Koridor Komersial Distro dan Butik di Kota Pontianak. TATA LOKA, 20(4), 440–454. https://doi.org/10.14710/tataloka.20.4.440-454.

Hernovianty, F. R., Yuniarti, E., & Silmi, P. A. (2024). Analisis Kesesuaian Jalur Pedestrian Jalan Jendral Urip Sumoharjo Kota Pontianak. TATA LOKA, 26(4), 294–311. https://doi.org/10.14710/tataloka.26.4.294.

Ismael, K. S., Mohammed, N. H., & Rasul, H. Q. (2019). Potentialities in Creating the Pedestrian Malls in the Historical City Centers: A Study Case of Mawlawi Street, Sulaimani, Iraqi Kurdistan. Kurdistan Journal of Applied Research (KJAR), 4(1), 31–40. https://doi.org/10.24017/science.2019.1.6.

Joenso, R. C., Purwanto, E., & Wijayanti. (2022). Jalur Pedestrian sebagai Unsur Fisik Pembentuk Karakter Visual Koridor Jalan Diponegoro Salatiga. Jurnal Arsitektur ARCADE, 6(1), 38–43. https://doi.org/10.31848/arcade.v6i1.696.

Karban, A. S., & Majrashi, A. A. (2025). Humanizing Sustainable Corridors Framework (HSCF): A User - Centered Approach in Corridor Planning — The Case of Al - Hada Ring Road. Sustainability, 17(20), 1–32. https://doi.org/10.3390/su17209117.

Keputusan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 468/KPTS/1998 Tentang Persyaratan Teknis Aksesibilitas pada Bangunan Umum dan Lingkungan, (1998).

Listanto, V. (2019). Batik sebagai Representasi Produk Indsutri Kreatif di Sidoarjo Reinvensi Pragmatis untuk Inovasi Industri Kreatif Berbasis Budaya Visual Nusantara. Seminar Nasional Seni dan Desain, 465–470. https://www.neliti.com/id/conferences/sendes-unesa/2019

Makarau, V. A. F., Egam, P. P., & Syafriny, R. (2022). Kajian Kualitas Visual Koridor Kawasan Jalan Sam Ratulangi. Jurnal Fraktar: Jurnal Arsitektur, Kota Dan Sains, 7(1), 21–25. https://doi.org/10.35793/fraktal.v7i1.42788.Malope, P., Madisa, M. E., Solani, D., & Mabikwa, O. V. (2025). Opportunities and Constraints in the Horticultural Sector of Botswana: A SWOT Analysis. Sustainability, 17, 1–24. https://doi.org/10.3390/su17073088.

Nugroho, Y., Pitana, T. S., & Handayani, K. N. (2025). Pembentukan Karakter Streetscape melalui Bangunan, Pedestrian, dan Public Art di Koridor R.E. Martadinata, Surakarta. Arsitektura: Jurnal Ilmiah Arsitektur Dan Lingkungan Binaan, 23(2), 303–314. https://doi.org/10.20961/arst.v23i2.111398.

Peraturan Daerah Kabupaten Sidoarjo Nomor 6 Tahun 2009 Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Sidoarjo Tahun 2009-2029, 1 (2009).

Putri, L. R., Kusumastuti, & Soedwiwahjono. (2024). Penilaian Tingkat Walkability Jalur Pedestrian di Kawasan Wisata Pusat Kota Bogor. Desa-Kota : Jurnal Perencanaan Wilayah, Kota, Dan Permukiman, 6(1), 84–100. https://doi.org/10.20961/desa-kota.v6i1.77704.84-100.

Puyt, R. W., Lie, F. B., & Wilderom, C. P. M. (2023). The Origins of SWOT Analysis. Long Range Planning, 56, 1–24. https://doi.org/10.1016/j.lrp.2023.102304.

Relph, E. (1976). Place and Placelessness. London: Pion.

Saifuddin, M. N., & Qomarun. (2019). Pengaruh Kondisi Jalur Pedestrian dan Street Furniture di Jalan Malioboro Terhadap Kenyamanan Ruang Publik. Sinektika: Jurnal Arsitektur, 16(1), 6–11. https://doi.org/10.23917/sinektika.v16i1.10466.

Shirvani, H. (1985). The Urban Design Process. Van Nostrand Reinhold.

SNI 8153:2015 Tentang Lansekap Jalan, Badan Standardisasi Nasional.

Silvennoinen, H., Herthogs, P., Recchia, D. R., & Tuncer, B. (2022). Effects of Gehl’s Urban Design Guidelines on Walkability: A Virtual Reality Experiment in Singaporean Public Housing Estates. EPB: Urban Analytics and City Science, 49(9), 2409–2428. https://doi.org/10.1177/23998083221091822.

Starczewski, T., Rogatka, K., Noszczyk, T., Koziel, A. K., & Cegielska, K. (2024). Green Spaces in Polish Large, Prefabricated Housing Estates Developed in The Socialist Era. Journal of Housing and the Built Environment, 39, 1987–2007. https://doi.org/10.1007/s10901-024-10147-0.

Surat Edaran Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 02/SE/M/2018 Tentang Pedoman Perencanaan, Penyediaan, dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Jaringan Pejalan Kaki di Perkotaan, (2018).

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, (2009).

Vukelic, G., Vizentin, G., & Hadzic, A. P. (2021). Comparative SWOT Analysis of Virtual Reality and Augmented Reality Ship Passenger Evacuation Technologies. Scientific Journals of the Maritime University of Szczecin, 68(140), 99–107. https://doi.org/10.17402/491.

Xu, H., Zhao, G., Fagerholm, N., Primdahl, J., & Plieninger, T. (2020). Participatory Mapping of Cultural Ecosystem Services for Landscape Corridor Planning: A Case Study of The Silk Roads Corridor in Zhangye, China. Journal of Environmental Management, 264, 1–10. https://doi.org/10.1016/j.jenvman.2020.110458.

Diterbitkan

2026-09-30

Cara Mengutip

Revana, D. Q., Koesoemawati, D. J., Sulistyono, S., Hayati, N. N., Dewantari, P. E., & Bampe, Z. M. (2026). Konsep Perancangan dan Strategi Prioritas Implementasi Koridor di Kecamatan Gedangan Kabupaten Sidoarjo. Jurnal Peweka Tadulako, 5(2), 124–147. https://doi.org/10.22487/peweka.v5i2.133