Analisis Kebutuhan Lahan Berdasarkan Distribusi Sebaran Penduduk di Kabupaten Mamuju
DOI:
https://doi.org/10.22487/peweka.v5i1.97Kata Kunci:
Ketersediaan Tanah, Penguasaan Tanah, Distribusi Penduduk, Kawasan Lindung, Reforma AgrariaAbstrak
Analisis kebutuhan lahan berbasis distribusi penduduk di Kabupaten Mamuju diperlukan untuk mengevaluasi kebijakan sektoral yang berimplikasi pada pemanfaatan ruang dan sumber daya agraria. Penelitian ini bertujuan memberikan landasan evaluatif bagi proses revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Mamuju tahun 2025, sehingga arah pengaturan pola ruang dan struktur ruang di masa mendatang dapat dirumuskan secara lebih komprehensif dan responsif terhadap kondisi eksisting. Metode analisis yang digunakan meliputi penilaian ketersediaan lahan untuk kegiatan budidaya serta pemetaan distribusi penduduk terhadap zona yang tersedia dan tidak tersedia untuk pemanfaatan tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketersediaan lahan untuk kegiatan budidaya di Kabupaten Mamuju mencapai 1.215 km², sementara 3.736 km² dikategorikan tidak tersedia, termasuk kawasan lindung. Dari total penduduk, tercatat 259.539 jiwa berada pada kawasan dengan ketersediaan lahan yang dapat dimanfaatkan, sedangkan 29.520 jiwa tinggal pada kawasan yang tidak tersedia dan sebagian besar berada dalam kawasan lindung menurut ketentuan RTRW. Temuan ini menegaskan perlunya evaluasi kebijakan penetapan kawasan lindung dan peningkatan inventarisasi penguasaan lahan dalam kawasan hutan yang menjadi objek reforma agraria, termasuk pelaksanaan redistribusi lahan kepada masyarakat. Dengan demikian, pemanfaatan sumber daya agraria di Kabupaten Mamuju diharapkan dapat berlangsung secara lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan, sekaligus menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembangunan dan pelestarian lingkungan.
Referensi
Adininggar, F. W., Suprayogi, A., & Wijaya, A. P. (2016). Pembuatan Peta Potensi Lahan Berdasarkan Kondisi Fisik Lahan Menggunakan Metode Weighted Overlay. Jurnal Geodesi Undip, 5(2).
Badan Pusat Statistik Kabupaten Mamuju. (2025). Kabupaten Mamuju Dalam Angka 2025.
Balsa-Barreiro, J., Morales, A. J., & Lois-González, R. C. (2021). Mapping Population Dynamics at Local Scales Using Spatial Networks. Complexity, 2021. https://doi.org/10.1155/2021/8632086
Djakaria, D. V. S., & Husein, R. (2017). Efektivitas Kantor Pengendalian Pertanahan Daerah (KPPD) Dalam Pengendalian Pemanfaatan Ruang Melalui Izin Peruntukan Penggunaan Tanah (IPPT). Journal of Governance and Public Policy, 4(2), 253-293. http://journal.umy.ac.id/index.php/GPP/article/view/2991
Enemark, S. (2005). Understanding the Land Management Paradigm. FIG Commission 7 Symposium On Innovative Technologies for Land Administration, July 2005.
Hariyatno, D., Deden, D., Iis, A., & Wicaksono, D. (2018). Dinamika Tutupan Lahan : Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Penulis (Issue May).
Harsono, B. (1999). Sejarah Pembentukan Hukum Agraria, Isi dan Pelaksanaannya (Cetakan VI).
Jayadi, R. (2020). Penataan Ruang di Kabupaten Mamuju Sebagai Bentuk Mitigasi Aglomerasi Ekonomi. Wacana Info. https://wacana.info/berita/5271/farid_pra2000
Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Provinsi Kalimantan Barat. (2020). Neraca Penatagunaan Tanah.
Lemmen, C., van Oosterom, P., & Bennett, R. (2015). The Land Administration Domain Model. Land Use Policy, 49. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2015.01.014
Leyk, S., Gaughan, A. E., Adamo, S. B., De Sherbinin, A., Balk, D., Freire, S., Rose, A., Stevens, F. R., Blankespoor, B., Frye, C., Comenetz, J., Sorichetta, A., Macmanus, K., Pistolesi, L., Levy, M., Tatem, A. J., & Pesaresi, M. (2019). The spatial allocation of population: a review of large-scale gridded population data products and their fitness for use. Earth System Science Data, 11(3). https://doi.org/10.5194/essd-11-1385-2019
Montalvo, J., Ruiz-Labrador, E., Montoya-Bernabéu, P., & Acosta-Gallo, B. (2019). Rural-urban gradients and human population dynamics. Sustainability (Switzerland), 11(11). https://doi.org/10.3390/su11113107
Pfeifer, J., & Hamann, S. (2018). The nature and nurture of congenital amusia: A twin case study. Frontiers in Behavioral Neuroscience, 12. https://doi.org/10.3389/fnbeh.2018.00120
Rasyid, S. A., Lapasere, R. S., & Nutfa, M. (2022). Ketimpangan penguasaan tanah, kemiskinan, dan strategi bertahan hidup masyarakat petani di Desa Langaleso Kecamatan Dolo Kabupaten Sigi. Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia , 7(8).
Rusdi Nengsih, S. (2015). Pembangunan Model Distribusi Populasi Penduduk Resolusi Tinggi Untuk Wilayah Indonesia Menggunakan Sistem Grid Skala Ragam. Geomatika, 21(1).
Sugiyono. (2011). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif dan kombinasi (mixed methods. Alfabeta Bandung.
Sukmadinata, N. S. (2011). Metode Penelitian Pendidikan. Remaja Rosadakarya, Bandung.
Tatem, A. J. (2017). WorldPop, open data for spatial demography. In Scientific Data (Vol. 4). https://doi.org/10.1038/sdata.2017.4
Tenrisau, A. (2021). Landasan Pengelolaan Pertanahan dalam Sistem Penataan Agraria Berkelanjutan LANDASAN PENGELOLAAN PERTANAHAN DALAM SISTEM PENATAAN AGRARIA BERKELANJUTAN BASIC LAND MANAGEMENT IN SUSTAINABLE AGRARIAN MANAGEMENT SYSTEM. Landasan Pengelolaan Pertanahan Dalam Sistem Penataan Agraria Berkelanjutan, 11(2).
Willekens, F. (2016). International Handbook of Migration and Population Distribution. In International Handbooks of Migration and Population Distribution (Vol. 6).
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Radinal Jayadi

Artikel ini berlisensiCreative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.





