Tingkat Pengetahuan Masyarakat dalam Kesiapsiagaan Bencana di Indonesia

Penulis

  • Ajeng Purwati Ningtyas Jurusan Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Halu Oleo, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22487/peweka.v5i1.110

Kata Kunci:

kesiapsiagaan bencana, pengetahuan risiko bencana, SEM-PLS, Tas Siaga Bencana, mitigasi bencana

Abstrak

Indonesia merupakan negara dengan tingkat risiko bencana alam yang sangat tinggi akibat posisinya di pertemuan tiga lempeng tektonik dan sepanjang Cincin Api Pasifik. Meskipun kerangka regulasi dan kelembagaan penanggulangan bencana telah tersedia, kesenjangan pengetahuan masyarakat tentang risiko bencana masih menjadi hambatan utama dalam mewujudkan kesiapsiagaan yang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur tingkat pengetahuan masyarakat Indonesia tentang risiko bencana dan menganalisis pengaruhnya terhadap kesiapsiagaan bencana. Pendekatan kuantitatif dengan metode survei digunakan, melibatkan 155 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner daring berskala Likert lima poin dan dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling berbasis Partial Least Squares (SEM-PLS) melalui SmartPLS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapsiagaan bencana (β = 0,712; t = 12,068; p < 0,001), dengan kemampuan prediktif model sebesar 50,7% (R² = 0,507). Rata-rata pengetahuan masyarakat berada pada kategori sedang (mean = 3,56), dengan pola penurunan nilai seiring meningkatnya tingkat kognitif dari mengetahui hingga analisis. Indikator kesiapsiagaan terendah ditemukan pada kepemilikan Tas Siaga Bencana (mean = 2,95), mencerminkan masih rendahnya adopsi masyarakat terhadap imbauan BNPB. Temuan ini menegaskan pentingnya program edukasi kebencanaan yang tidak hanya menyampaikan informasi faktual, tetapi juga meningkatkan kemampuan aplikasi dan analisis risiko bencana pada tataran individu dan komunitas. Implikasi kebijakan penelitian ini sejalan dengan prioritas pertama Sendai Framework 2015–2030, yakni membangun pemahaman risiko bencana sebagai fondasi utama sistem kesiapsiagaan nasional.

Referensi

Bandura, A. (1977). Social learning theory. Prentice Hall.

Becker, M. H. (Ed.). (1974). The health belief model and personal health behavior. Health Education Monographs, 2(4), 324–473. https://doi.org/10.1177/109019817400200407

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2024). Data informasi bencana Indonesia 2024. BNPB. https://dibi.bnpb.go.id

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). (2025). Laporan kejadian bencana hidrometeorologi akhir tahun 2025: Banjir bandang Sumatera. BNPB.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) & UNFPA. (2022). Survei pengetahuan, sikap, dan praktik (KAP) kesiapsiagaan bencana masyarakat pesisir selatan Jawa: Kabupaten Pacitan, Kulon Progo, dan Cilacap. BNPB.

Fornell, C., & Larcker, D. F. (1981). Evaluating structural equation models with unobservable variables and measurement error. Journal of Marketing Research, 18(1), 39–50. https://doi.org/10.1177/002224378101800104

Hair, J. F., Risher, J. J., Sarstedt, M., & Ringle, C. M. (2021). When to use and how to report results of PLS-SEM (2nd ed.). European Business Review, 31(1), 2–24. https://doi.org/10.1108/EBR-11-2018-0203

Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale. (2024). Tingkat pengetahuan kepala keluarga terhadap kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi. Jurnal Keperawatan Indonesia Florence Nightingale, 12(1), 45–58.

Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) & UNESCO/ISDR. (2006). Kajian kesiapsiagaan masyarakat dalam mengantisipasi bencana gempa bumi dan tsunami. LIPI Press.

Notoatmodjo, S. (2012). Promosi kesehatan dan perilaku kesehatan (Edisi revisi). Rineka Cipta.

Rosenstock, I. M. (1966). Why people use health services. Milbank Memorial Fund Quarterly, 44(3), 94–127. https://doi.org/10.2307/3348967

Slovic, P. (2000). The perception of risk. Earthscan Publications.

Sugiyono. (2019). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (2nd ed.). Alfabeta.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana. (2007). Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 66. Sekretariat Negara.

United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR). (2015). Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015–2030. UNDRR. https://www.undrr.org/publication/sendai-framework-disaster-risk-reduction-2015-2030

Diterbitkan

2026-05-28

Cara Mengutip

Ningtyas, A. P. (2026). Tingkat Pengetahuan Masyarakat dalam Kesiapsiagaan Bencana di Indonesia. Jurnal Peweka Tadulako, 5(1), 33–43. https://doi.org/10.22487/peweka.v5i1.110