Analisis Aksesibilitas Spasial Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Ambon Menggunakan Pendekatan Isochrone

Penulis

  • Adhitya Ferdiansyah Murdiyanto Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknologi, ITB-STIKOM Ambon, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.22487/peweka.v5i1.101

Kata Kunci:

Google POI, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Isochrone, Time-matrix distance, Efektivitas

Abstrak

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu program dari pemerintah Indonesia dalam mewujudkan Indonesia emas tahun 2045. Dari hasil kajian studi menyatakan bahwa efektivitas program MBG sangat bergantung kepada tata kelola operasional yang tepat sasaran, mengingat masih tingginya angka ketimpangan di wilayah Indonesia terkhusus pada wilayah timur Indonesia. Tujuan penelitian ini mengukur seberapa efektivitas lokasi SPPG dalam pelayanan fasilitas pendidikan di Kota Ambon. Sejalan dengan itu menurut Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional nomor 401.1 Tahun 2025 tentang petunjuk teknis Tata Kelola Penyelenggaraan  Program Makan Berigizi Gratis Tahun 2026 bahwa 1 titik SPPG memiliki radius maksimal 6km atau waktu tempuh maksimal 30 menit. Dari dasar ini peneliti menganalisis melalui pendekatan analisis isochrone jarak tempuh, isochrone waktu tempuh dan time-matrix distance. Data semua diambil dari Google POI yang diambil dari scraping google maps. Hasil analisis time-matrix distance menunjukkan 67% fasilitas pendidikan berada pada kelas 3 (aksesibilitas rendah) dengan waktu tempuh >30 menit. Temuan ini mengimplikasikan perlunya evaluasi kebijakan penempatan SPPG yang tidak hanya berbasis radius udara, tetapi wajib mempertimbangkan analisis jaringan jalan dan topografi. Rekomendasi utama penelitian ini adalah penerapan strategi Hub-and-Spoke melalui penambahan titik sub-distribusi dan penggunaan moda transportasi roda dua (motor box pendingin) untuk menjangkau wilayah dengan hambatan geografis seperti di Kecamatan Leitimur Selatan guna menjamin kualitas gizi makanan tetap terjaga hingga ke tangan siswa.

Referensi

Badan Gizi Nasional. (2025). Keputusan Kepala Badan Gizi Nasional Nomor 401.1 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Tata Kelola Penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis Tahun 2026. Jakarta: Badan Gizi Nasional.

Dovey, K., Woodcock, I., & Pike, L. (2017). Isochrone mapping of urban transport: car-dependency, mode-choice and design research. Planning practice & research, 32(4), 402-416. https://doi.org/10.1080/02697459.2017.1329487

Eyes, I. N. (2025). Evaluasi Program Makan Siang Gratis di Sekolah: Dampak terhadap Gizi, Kesehatan, dan Motivasi Belajar Siswa. jurnal ilmu pendidikan, 1(4), 232-245. https://doi.org/10.65094/yctb3a45

Fatkhurahman, A. M., Herlambang, B. A., & Anam, A. K. (2026). Analisis Persebaran SPPG Wilayah Kabupaten Kendal Dengan Menerapkan Sistem Informasi Geografis. Jurnal Multidisiplin Ilmu Akademik, 3(1), 609-617. https://doi.org/10.61722/jmia.v3i1.8134

Jerrin, A. H. F., Abidin, Z. N., & Ichsan, A. F. (2026). Dari Kebijakan ke Praktik: Kesiapan Lembaga dan Implementasi Makan Bergizi Gratis. Titian Ilmu: Jurnal Ilmiah Multi Sciences, 18(01), 83-93. https://doi.org/10.30599/tj956t19

Kusumastuti, S. Y., Judijanto, L., Alirejo, H. M. S., Mutoharoh, M., Umalihayati, U., Chandra, K., & Ifadah, E. (2026). Metode Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif: Teori dan Aplikasinya. PT. Sonpedia Publishing Indonesia.

Panjaitan, S. A. (2025). Health Accessibility Mapping: Isochrone and and Network Analysis Approach. Journal of Analytical Research, Statistics and Computation, 4(1), 1-12. https://doi.org/10.4590/jarsic.v4i1.52

Pranowo, K. D., Situmorang, R., & Suharto, B. B. (2023). Analisis ketersediaan dan keterjangkauan fasilitas pendidikan di Kecamatan Sragen. Reka Ruang, 6(1), 14-21. https://doi.org/10.33579/rkr.v6i1.3582

Prisecilia, S. (2024). Komparasi metode buffer dan isochrones dalam visualisasi Webgis untuk pemetaan sebaran dan zonasi sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) SMA Negeri di Kota Bandung. Jurnal Geodesi Undip, 13(1), 65-79. https://doi.org/10.14710/jgundip.2024.42522

Rizky, N. A., Novianti, T. C., & Rahmadi, E. (2025). Analisis Spasial Keterjangkauan Layanan Fasilitas Kesehatan dengan Pemodelan Network Analysis (Studi Kasus: Layanan Fasilitas Kesehatan di Kecamatan Kalianda, Kecamatan Penengahan, dan Kecamatan Bakauheni, Kabupaten Lampung Selatan). Journal of Plano Studies, 2(1), 29-40. https://doi.org/10.36982/jops.v2i1.5729

Salsabilah, I., Arie, F. C., Pusporini, N., & Afrianto, F. (2023). Pemodelan Network Analysis terhadap Keterjangkauan Fasilitas Puskesmas Kota Malang. Jurnal Solma, 12(2), 522-535.

Suprayogi, D., & Nugroho, B. A. (2025). Assessing Healthcare Facility Accessibility Using Isochrone and Geometry Methods in Mojokerto Regency: A Public Health Perspective. Journal of Health Science and Prevention, 9(1), 7-16.

Susetyo, D. B., & Purwono, N. (2021). EVALUASI SPASIAL LOKASI KANTOR PEMERINTAHAN BERDASARKAN MODEL AREA LAYANAN DI KABUPATEN BOGOR:(Spatial Evaluation of Government Offices based on Service Area Model in Bogor Regency). Majalah Ilmiah Globe, 23(2), 93-100.

Widayanti, H. (2022). Keterjangkauan spasial Puskesmas di pusat kota Semarang menggunakan isochrone. Jurnal Litbang Sukowati: Media Penelitian Dan Pengembangan, 6(1), 54-67.

Zhao, Y., & Zhou, Y. (2024). Isochrone-based accessibility analysis of pre-hospital emergency medical facilities: A case study of central districts of Beijing. ISPRS International Journal of Geo-Information, 13(8), 288.

Diterbitkan

2026-05-28

Cara Mengutip

Murdiyanto, A. F. (2026). Analisis Aksesibilitas Spasial Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Ambon Menggunakan Pendekatan Isochrone. Jurnal Peweka Tadulako, 5(1), 21–32. https://doi.org/10.22487/peweka.v5i1.101